alihkan bahasa sesukamu!!

Kamis, 03 Juli 2014

H. RENDRA TIDAK BERKENAN BERPOLITIK DI DALAM MASJID

Safari ramadhan 2014 tahun ini diwarnai dengan stateman Bupati Malang bahwa larangan keras gunakan masjid atau sarana Ibadah untuk Kampanye.2/7.


 Bupati Malang H. Rendra Kresna dalam program Safari Ramadhan tahun ini diawali di Masjid Darussalam Kecamatan Bantur. Dalam acara perdana seluruh rombongan menggunakan Bus termasuk Bung Rendra selaku orang nomor satu di Pemerintah Kabupaten Malang.
Dalam kegiatan Safari Ramadhan yang digelar rutin setiap tahun, baru kali ini Bupati Malang tidak menggunakan kendaraan khusus dinas tetapi mengenakan Bus dalam satu rombongan beserta para pejabat Pemerintah Kabupaten Malang.” Acara seperti ini merupakan acara yang mempunyai hikmah silaturahmi, mendekatkan pemimpin dan rakyatnya”, Ulas Bung Rendra (2/7)
Usai berlangsung kegiatan Tarawih sholat Witir di Masjid darussalam Bantur, Selain menjelaskan fungsi masjid sebagai sarana ibadah Sholat juga diharapkan sebagai wadah pengkaderan Ahlaq generasi penerus.” Bahkan masjid selain bisa digunakan untuk menimba ilmu agama juga bisa untuk membangun perkembangan perekonomian, pertanian bahkan bidang pemerintahan yang lebih baik sehingga akan menjadi Islamic Centre bagi masyarkat muslim.”ulas Bupati Malang.
Jamhari, selaku ta`mir masjid setempat mengatakan,” kegiatan ini merupakan hal istimewa apalagi bisa bertatap muka langsung bersama Bung Rendra” Ungkapnya(2/7). Selain mengadakan kunjungan tersebut Bung Rendra juga memberikan sejumlah bantuan 100 paket sembako & uang perawatan masjid senilai 10 juta yang di terima oleh Takmir Masjid Darussalam Kecamatan Bantur.(isnany)      

Selasa, 01 Juli 2014

PRESIDEN SBY PAMITAN SAAT HARI BHAYANGKARA 2014

"Saya mohon pamit kepada jajaran Polri, karena upacara Hari Bhayangkara kali ini merupakan upacara terakhir yang saya ikuti sebagai presiden," katanya dalam sambutan tertulis yang dibacakan Kapolda Jatim Irjen Pol Unggung Cahyono dalam Hari Bhayangkara ke-68 di Mapolda Jatim, Selasa.Presiden Susilo Bambang Yudhyono berpamintan kepada jajaran Kepolisian Republik Indonesia (Polri).
 karena perayaan     Hari Bhayangkara ke-68 pada 1 Juli 2014 merupakan upacara terakhir yang diikutinya sebagai presiden. Dalam amanatnya, Presiden berharap Polri ke depan menjadi polisi berkelas dunia yang profesional untuk memberikan pelayanan, perlindungan dan pengayoman serta memberikan rasa aman kepada masyarakat secara lebih baik.

"Beri pelayanan yang berbasis kemitraan dengan masyarakat untuk memberantas kejahatan nasional, transnasional, dan kejahatan dunia maya, di antaranya menangkap pelaku terorisme dan kejahatan lainnya," katanya.(Nda)