alihkan bahasa sesukamu!!

Kamis, 28 April 2022

CIRI ORANG YANG BERHASIL BERPUASA DAN MENERIMA HARI RAYA

 




Hasil tanaman amal-amal hamba mulai ditampakkan, peluh keringat ibadah mereka selama di dunia akan dibayar gajinya dengan ganjaran yang berlipat ganda.

 
وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَمَنْ زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَأُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ
 
Artinya: “Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung.” (QS Ali Imran: 185)
 
Orang-orang yang beriman, menjalani puasa dengan baik, kelak akan tampak riang gembira, bersuka cita, menikmati anugerah yang begitu agung yaitu bisa memandang Allah subhanahu wa ta’ala:
 
وُجُوهٌ يَوْمَئِذٍ نَاضِرَةٌ 
 
“Wajah-wajah pada hari itu (hari kiamat) ada yang berseri-seri.”
 
إِلَى رَبِّهَا نَاظِرَةٌ 
 
“Kepada Tuhannyalah mereka melihat.” (QS Al-Qiyamah 22-23)
 
Pada hari itu pula para malaikat gembira melihat orang-orang mu’min, mereka masuk ke surga dari semua pintu-pintu yang disediakan atas buah kesabaran mereka menahan hawa nafsu makan, minum, dan maksiat lain di bulan Ramadhan serta mereka juga sabar menjalankan ibadah malam dan ibadah lain, sehingga atas kesabaran mereka, dikatakan:
 
سَلَامٌ عَلَيْكُمْ بِمَا صَبَرْتُمْ فَنِعْمَ عُقْبَى الدَّارِ
 
Artinya: “Malaikat-malaikat itu mengucapkan (Kesejahteraan buat kalian) yakni pahala ini (berkat kesabaran kalian) sewaktu kalian di dunia (maka alangkah baiknya tempat kesudahan ini) akibat dari perbuatan kalian itu.” (QS Ar-Ra’d: 24) 

Selasa, 26 April 2022

MANFAAT MADU RUGI BILA TIDAK DIKONSUMSI

Madu dianjurkan Islam untuk dikonsumsi umatnya.
Kemudian Nabi Muhammad juga menegaskan khasiat madu tersebut dalam hadits yang diriwayatkan Bukhari: ''Madu adalah penyembuh bagi semua jenis sakit dan Alquran adalah penyembuh bagi semua kekusutan pikiran (sakit pikiran).
 

Sabtu, 08 Mei 2021

STAF DPRD KABUPATEN MALANG YANG TETAP GIGIH AJARKAN ALQURAN


 Malang - Bagi sebagian besar anak motor atau komunitas motor mungkin mengenal sosok pegawai satu ini. Mansur Awaludin yang meniti profesi di Pendopo Kabupaten Malang tersebut sejak 2012 silam tetap menjalankan hobinya berorganisasi dan uniknya masih sempat membantu orang tuanya me gajarkan ilmu baca Alquran baik di Madrasah yang di DIRIKAN orang tuanya dan terkadang pengajaran secara privat.

"Sejak sekolah SMP saya memang terbiasa membantu orang tua berdakwah di kampung untuk ajarkan ilmu saya yang minim tenta g bagaimana mengenali Alquran minimal mengajarkan bacanya", ujar bapak 2 anak ini. 1/4.

Moment ramadhan tahun 2021 ini menurut mansur memang bulan istimewa, sebagai pegawai yang tentunya sibuk terutama menjadi tim protokoler pimpinan di DPRD baginya urusan amal atau agama tetap jadi hal yang tetap harus dilaksanakan. Karena dengan kita istiqomah memberikan apa yang bisa kita berikan untuk sebagian amal ilmu kita yang sedikit itu diharapkan jadi bagian dari perjuangan kita untuk agama. 

" Sesibuk apapun jangan lupakan kebiasaan kebiasaan melaksanakan dakwah, sejak saya dulu di dunia media hingga dunia pemerintahan saya berupaya tetap bisa melancarkan hobi dan Amal agar hidup lebih indah", ungkapnya saat ditemui di acara amal gempa di Malang selatan beberapa waktu lalu. 

"Meskipun kesibukan menjadi staf di DPRD kami tetap mempertahankan hobi saya touring, mengajar ngaji bahkan kalau ada undangan untuk beberapa acara musik usik religi seperti undangan menyanyi lagu gambus", tutup nya. 


Liputan : Jhony 

Foto : Tsalasa



Selasa, 03 November 2020

PULUHAN WARGA JATIM MENDAPAT ANUGERAH KEHORMATAN KERATON SURAKARTA HADININGRAT

 

Malang fajarpost.blogspot.com 








-  Puluhan Masyarakat jawa timur menerima Kekancingan atau Penganugerahan Gelar Keraton Surakarta Hadiningrat  yang berlangsung di Hotel Megawati Malang. Jumat Siang (30/10).


" Ini merupakan kegiatan yang sangat mendukung pelestarian budaya dan menjaga kesadaran bela negara dalam menjaga keutuhan NKRI", ungkap Letjend (purn) Umar Abdul Azis. 


Adapun yang mendapat kekancingan atau penganugerahan kehormatan tersebut berjumlah 92 orang, 80% berasal dari malang raya,  yang 20% berasal dari daerah lain seperti beberapa orang dari Probolinggo, 5 orang dari surabaya, 3 orang dari Sidoarjo, dan 5 orang dari gresik daratan,  dan 1 orang dari pulau Bawean.


Selepas pemberian kekancingan atau penganugerahan kehormatan dari Keraton Surakarta Hadiningrat, juga dilakukan Pengukuhan Pengurus Lembaga Dewan Adat (LDA) Keraton Surakarta Hadiningrat untuk wilayah Malang Raya.


Adalah KRT. Muhammad Nuh Setyonagoro,  SH., MH. yang menerima amanah menjadi Pangarsa (Ketua) LDA Malang Raya, dan Letjen TNI (Pur) KRAT H. Umar Abdul Aziz Reksodiningrat,  S. Sos, SH, M. Hum. ditunjuk sebagai Paranpara (Penasehat).

 

Adapun pesan dari GRA Wandasari adalah, " Dengan menerima gelar ini maka wajib bagi kita menjaga budaya nusantara di Jawa, saya mewakili Keraton Surakarta Hadiningrat menitipkan agar budaya jawa untuk di uri-uri", katanya. 


Penyerahan itu secara langsung di berikan oleh keluarga Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat Gusti Raden Ayu Wandansari yang akrab dengan panggilan Gusti Mung. Sedangkan yang mengalungkan pita kehormatan adalah Direktur Eksekutif Lembaga Bantuan Hukum Lembaga Dewan Adat Keraton Kasunanan Surakarta, KPH Eddy Wirabhumi. Juga tidak ketinggalan penasehat budaya keraton yaitu Letjen TNI (Pur) KRAT H. Umar Abdul Aziz Reksodiningrat,  S. Sos, SH, M. Hum. dan beberapa profesor dari lembaga akademis. 


" Adalah hukumnya wajib kita menguri-uri budaya Nusantara khususnya Jawa, tidak ada hanya itu kita harus menggali potensi sejarah dan situs sejarah, untuk dijaga dan dilestarikan, guna diwariskan anak cucu ", jelas Nuh selaku Ketua LDA Malang Raya.


Pada giat tersebut juga hadir para keluarga keraton dan tamu undang baik dari Forkopimda se-Malang Raya dan undangan dari berbagai kota. (John)

Sabtu, 31 Oktober 2020

Komisi IV DPRD Hadiri Acara Penerimaan Gelar kebangsawanan dari Kraton Surakarta


Malang -  94 masyarakat Malang raya penerima Penganugerahan gelar keraton Surakarta yang dihadiri Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Malang Saiful Efendi yang berlangsung di Hotel Megawati Malang. 30/10 Jumat Siang.

" Ini merupakan kegiatan yang sangat mendukung pelestarian budaya dan menjaga NKRI", ungkap Saiful.

Dari penyerahan tersebut tampak 3 pemuda dari wilayah Kabupaten Malang juga turut dalam Penganugerahan tersebut. Yang pertama Moe








Moeljono warga Gunung Kawi yang berprofesi sebagai jurnalis Fajarpost group dan getol di organisasi masyarakat IKLJ dan klub motor TMC86.

Selain sosok jurnalis dan Bikers, keraton Surakarta juga menghadiahkan gelar kebangsawanan an keluarga keraton kepada tokoh Da' i muda Ustadz Muhammad Nur Rois, MPd, warga Kasembon sekaligus menjabat Ketua BKPRMI DPD Kabupaten Malang.

Di urutan berikutnya penerima nama gelar kehormatan adalah Mansur Awaludin, S, Sos yang saat ini sebagai penggerak pemberdayaan masyarakat di kawula muda melalui Yayasan yang diketuainya dengan komunitas klub motor di malang Raya. Selain itu Mansur juga tercatat saat ini profesi sebagai staf sekretariat DPRD Kabupaten Malang sebagai Tim Ajudan pimpinan dewan.

Ustadz Rois mengatakan saat itu, " ini kegiatan yang mulia dari Keraton Surakarta dan harus kita dukung karena bertujuan untuk mempersatukan keutuhan NKRI melalui budaya", kata dai muda penerima gelar.

Hal senada juga disampaikan Muldjono yang juga sebagai jurnalis penerima gelar, " Ini bukan untuk kesombongan tapi justru amanah resmi dari Leluhur untuk melestarikan budaya nasional khususnya budaya Jawa", ucapnya.

Terpisah Mansur yang juga staf ajudan DPRD mengatakan hal ini adalah semacam cara untuk mengikat kekerabatan masyarakat Jawa untuk ingat jawanya.

" Dengan menerima gelar ini maka wajib bagi kita menjaga budaya nusantara di Jawa, seperti amanat Raden Ayu tadi yaitu menitipkan budaya untuk di uri-uri", katanya.

Penyerahan itu secara langsung di berikan oleh keluarga Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat Gusti Raden Ayu Wandansari yang akrab dengan panggilan Gusti Mung. Hadir juga mengalungkan pita kehormatan Direktur Eksekutif Lembaga Bantuan Hukum Lembaga Dewan Adat Keraton Kasunanan Surakarta, KPH Eddy Wirabhumi. Juga tidak ketinggalan penasehat budaya keraton yaitu Letjend (pur) Umar Aziz dan beberapa profesor dari lembaga akademis.

Dalam giat tersebut juga hadir para keluarga keraton dan tamu undang baik dari Forkopimda Malangraya dan undangan dari berbagai kota.


Penulis : jhonny

Kamera : Dika

Jumat, 30 Oktober 2020

3 bikers Kabupaten Malang Dapat Gelar Dari Keraton Solo

 

FAJARPOST -  Ternyata bukan hanya Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mendapat gelar Bangsawan atau Kanjeng Mas Ayu dari Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat atau Keraton Solo atas prestasinya sebagai kepala daerah. Tapi dari sumber terpercaya 3 pemuda bikers TMC86 dari Kabupaten Malang yang juga anggota komunitas motor penggalian potensi Malangan turut  dapat




Penganugerahan, siapakah sosok tersebut?

Dari hasil informasi yang didapat salah satunya yang mendapatkan gelar keraton adalah bikers atas nama,
Muldjono warga Kecamatan Gunung Kawi yang  lama mendedikasikan diri di bidang sejarah dan jurnalis. Sosok Muldjono sudah sangat dikenal sering menggunakan keahlian dan kapasitasnya untuk kemasyarakatan baik di dunia klub motor dan media massa. Di kalangan pejabat dan berbagai lembaga sudah banyak mengenal sosok ayah dari mahasiswi Psikologi ini. Selain itu profil Muldjono juga banyak dikenal masyarakat budaya sebagai sosok dengan kamus sejarah nusantara yang hafal di luar buku bahkan diakui oleh beberapa profesor di kampus kampus ternama. Sebagai pribadi sederhana hobi yang sering di ceritakan beberapa rekannya Muldjono juga paling jago permainan di papan catur.

Muhammad Rois Warga Kecamatan Kasembon yang juga sosok bikers dengan aktifitas dedikasi didunia dakwah sangat dikenal. Menurut beberapa rekan sosok Rois ini intens di organisasi besar di Kabupaten Malang baik KNPI, FKUB dan menjadi ketua Remaja masjid se Kabupaten Malang atau dikenal BKPRMI. Sebagai dai muda sosok Rois yang lahir dari kawasan dekat gunung bromo tepatnya di Poncokusumo sangat dikenal dikalangan masjid dan pesantren.

Selain 2 bikers tersebut ada Mansur awaludin warga Kecamatan Lawang yang juga sosok muda dan juga lama di dunia organisasi kepemudaan dan aktif di kegiatan pemberdayaan masyarakat khususnya di wilayah Malang raya. Berdasarkan info yang diterima redaksi ternyata Mansur adalah Staf dari sekretariat DPRD Kabupaten Malang yang saat ini menjadi tim Ajudan pimpinan di DPRD. Profil satu ini tampak aktif di medsos sejak lama dan sangat sering tampak di kegiatan pemerintahan atau kegiatan sosial. Dari rekan rekan yang mengenalnya sosok mansur sebelum jadi Pegawai Pemkab pernah jadi Humas protokol dikantor Bupati Malang, bahkan sebelumnya bapak dari dua orang anak ini lama menjadi jurnalis sejak kuliah hingga pernah jadi tim liputan di DPR_RI saat lahan seperti tampak di historis MedSosnya. Sebagai warga malang di sela kedinasannya sosok ini juga menjadi pengajar baca tulis Alquran di Madrasah orang tuanya, pernah juga jadi staf di kantor pengacara terkenal di Jakarta serta Ketua umum di sebuah yayasan bahkan masih hobi sebagai penyanyi musik Arab meskipun menantu dari seorang dalang wayang.

Acara Penganugerahan itu sendiri yang awalnya di tempatkan di Pendopo Agung Kabupaten Malang dialihkan ke Hotel Megawati usai sholat jumat ( Red. Hari ini 30/10).

Redaksi cyber: Sari
Grafis : Muhammad

POLISI GELAR RAZIA ZEBRA 2020

 Polda Metro Jaya menyatakan tidak melakukan razia di suatu lokasi tertentu (stasioner) selama Operasi Zebra Jaya 2020 yang dilaksanakan 14 hari. Polisi bakal lebih mengedepankan pencegahan dan edukasi agar masyarakat tertib berlalu lintas.

"Karena Operasi Zebra Jaya 2020 ini kita laksanakan dalam masa pandemi COVID-19, maka persentase penegakan hukum itu sangat kecil," ujar Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Polisi Sambodo Purnomo Yogo di sela-sela kegiatan Operasi Zebra Jaya di Bundaran Senayan, Jakarta Selatan, Rabu (28/10).

Red: tim

Kiprah Keraton solo di bidang ekonomi

 Keraton se-Indonesia yang tergabung dalam Majelis Adat Keraton Nusantara (MAKN) menggelar pertemuan di Hotel Paragon, Kota Solo, Minggu (25/10/2020). Mereka membahas berbagai hal, terutama ketahanan pangan

Ketua Harian MAKN KPH Eddy Wirabhumi mengatakan, selain menjaga nilai-nilai tradisi keraton, mereka juga bersepakat untuk mendorong program ketahanan pangan nasional. Untuk itu, pihaknya akan bersinergi dengan Kementerian Pertanian (Kementan) untuk meningkatkan ketahanan pangan nasional.

“Salah satu langkah konkret adalah menyiapkan lahan seluas 142.000 hektare yang tersebar di seluruh tanah air untuk ditanami tanaman pangan, khususnya non beras,” kata Eddy Wirabhumi.


Penulis : jhon

Grafis : Isnaeni 

Sabtu, 10 Oktober 2020

KIPRAH SEORANG PEGAWAI MANTAN JURNALIS





FAJARPOST - Siapa yang tak mengenal sosok satu ini seorang laki-laki asli kelahiran Malang 37 tahun silam. Ya ada lah Mansyur Awaludin sebagai karyawan atau pegawai di Pemerintah Kabupaten Malang sosok Mansyur acapkali menghiasi berapa kegiatan berapa tahun silam kegiatan Bupati selalu tampak dari masa ke masa.


Kali kali ini sosok Mansyur tidak lagi sering nongol di kegiatan bupati Malang tetapi sering tampak di beberapa kegiatan para pimpinan dewan di Kabupaten Malang.


" sejak 2019 Sebenarnya saya sudah dimutasikan ke Sekretariat DPRD kabupaten Malang dengan jabatan staf waktu itu dengan tugas saya sebagai ajudan bagi ketua DPR dan saat ini kami dengan tugas yang sama dengan mendampingi menjadi maju dan keprotokolan di semua pimpinan DPRD, " mantan stah humas bupati Malang.


Bagaimana kegiatan tentunya tidak berbeda jauh dengan saat sosok Mansyur selaku staf di kantor bupati dan saat ini di staf kantor DPRD.


" kantor bupati dan kantor DPRD sebenarnya tidak jauh berbeda tetapi di sini kantor dewan ini kami bukan hanya melayani dari Satu pimpinan tertinggi tetapi kami melayani 4 pimpinan tertinggi", ujar mansur yang juga lama di dunia media sebelum berseragam Korpri.


Mahmudi salah satu teman yang pernah bersama sesaat staf tim ajudan DPRD Yang satu masih menjadi masyarakat pers mengatakan dan membenarkan jika saat ini temannya bernama Mansur memang sudah menjadi karyawan atau pegawai pemerintah Kabupaten Malang.


" Memang betul kami mengenal sosok Mansur waktu masih murni menjadi jurnalis Kami sempat bersama kami juga sempat sering melakukan diskusi menangani satu permasalahan kasus dan juga membuat rekening dinas tertentu pemerintah daerah tertentu bukan hanya Malang Raya akan kami sempat berkeliling di wilayah se-jawa timur dan bahkan Jakarta hingga ke Bali sebelum era tahun 2011 depannya dia tertarik untuk mengembangkan jurnalistiknya dengan bergabung dengan di Malang saat itu, kata Mudi.


" memang sejak dulu kami kenal dia tetap hobi berada pemerintahan ubi juga terhadap kenegaraan sehingga tidak kaget sih sayang terhadap langkah untuk harus berseragam tapi kami meyakini dia memang orangnya baik saat jadi wartawan jadi pegawai di kantor bupati hingga saat ini menjadi tim ajudannya para pimpinan DPRD Kerjanya memang gila tak ada waktu tak loyalitas dan terbiasa dengan kerja lapangan, " tambahnya.


Terpisah mansur berkata, dimanapun kapanpun apapun profesi saya tetap saya mencintai negeri ini melalui karya tulisan foto video karena itu akan menjadi sejarah secara secara vertikal dan horizontal karena apapun profesi kita apapun bentuk dan seragam kita tetap kita harus punya karya punya sesuatu untuk bisa dilihat dirasakan oleh masyarakat khususnya anak cucu kita, " urainya.


Kontributor : Yana

Grafis : Mamad

Selasa, 14 Januari 2020

MESKI RSUD DIREKTURNYA JADI TERSANGKA, LAYANAN HARUS STABIL



FAJARPOST - Malangkab
Bupati Malang H. Sanusi turut angkat bicara pasca ditetapkannya Direktur RSUD Kanjuruhan di kepanjen Dr. Abdurachman selaku tersangka korupsi dana kapitasi oleh Kajari Kepanjen.
Walaupun Abdurrachman telah ditetapkan sebagai tersangka, namun dipastikan bahwa pelayanan di RSUD Kanjuruhan masih berjalan normal katanya.

“Kita serahkan prosesnya kepada aparat penegak hukum,” terang Sanusi seusai membuka gelaran Malang Sound Festival di Stadion Kanjuruhan Kepanjen, Selasa (14/1/2020) siang tadi.

Liputan : Jhon
Grafis : Muhammad 

Jumat, 10 Januari 2020

WISATA WENDIT WATERPARK, MATI TAK MAU HIDUP SEGAN






(Bagian Kedua)

MALANGKAB / FAJARPOST - Wisata Wendit Waterpark yang berada di Desa Mangliawan Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, menjadi perbincangan yang fenomenal. Kenapa tidak, Wisata Wendit dengan ciri khasnya sumber daya air yang melegenda karena sudah ada dari jaman purbakala.

Hal ini bisa dilihat makhluk yang menghuni di kawasan sekitarnya, selain manusia adalah kera. Dimana hewan yang bernama kera ini bisa berinteraksi dengan manusia sejak dulu, entah sudah berapa lama waktunya. Kera sudah berada di sekitaran kawasan Wisata Wendit ikut menghiasi keindahan alamnya, dan bahkan menjadi icon.

Wisata Air Wendit yang menjadi salah satu icon Kabupaten Malang, dan mendapat pengakuan internasional akan sumber daya airnya, tentunya dibutuhkan pengelolaan yang bisa menjaga keseimbangan baik alam, lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat di sekitarnya.

Hal ini sesuai dengan apa yang disampaikan Kepala Desa Mangliawan Suprapto, kecamatan Pakis, kabupaten Malang, waktu dijumpai fajarpost di kantornya. "Bahwa kami masyarakat Mangliawan yang ada di sekitar Wendit ikut serta menjaga akan kearifan budaya lokal, guna mendukung dan menjadi daya tarik para wisatawan", ungkapnya.

Namun dengan sangat mengejutkan Kades Suprapto memberikan pernyataan "Bahwa Wisata Air Wendit / Waterpark saat ini dalam keadaan Hidup Tak Mau Mati Segan", ujarnya.
Kenapa saya memberikan pernyataan yang demikian, karena semenjak Wisata Wendit dikelola oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Malang, tidak pernah memberikan kontribusi kepada masyarakat Mangliawan, khususnya Pemerintah Desa. Padahal waktu dikelola oleh PD. Jasa Yasa ada konstribusinya, bahkan kami bisa bekerjasama dalam hal membantu pengelolaan yang membias terhadap pemberdayaan masyarakat, jelas Suprapto.

Sedangkan jumlah wisatawan / pengunjung semakin lama semakin berkurang, dan budaya lokal tidak terjaga dengan baik. Dengan pihak pemerintah desa pun tidak ada kerjasama, apalagi memberikan konstribusi, katanya.
Tidak hanya itu kami juga telah melakukan langkah penyelamatan di mata masyarakat luas, terkait dengan restribusi parkir. Banyak keluhan dari masyarakat pengunjung, bahwa penarikan parkir berkisar antara Rp 30.000,- sampai Rp 75.000,-. Hal ini sangat memprihatinkan, mengingat Wisata Wendit masuk dalam wilayah Desa Mangliawan, yang tentunya kami selaku Kepala Desa juga kena imbasnya, tegasnya pula.

Harapan kami, Bupati Malang bisa mengajak pemerintah desa, dan memerintahkan kepada OPD terkait khususnya Dinas Pariwisata Kabupaten Malang, guna duduk bersama untuk membahas tentang Pengelolaan Wisata Wendit Waterpark agar lebih baik dan berbasis Budaya Lokal, harap Suprapto.

Bila perlu lewat Ketua DPRD Kabupaten Malang, untuk dilakukan hiring dengan berbagai pihak, sehingga permasalahan tidak berkembang dan berbuntut panjang, tandasnya pula.

Kami selaku Kepala Desa Mangliawan berserta perangkat, dan bersama masyarakat siap membantu dalam pengelolaan Wisata Wendit Waterpark, pungkasnya.

Reporter : Johnny M
Kameramen : Isnaeni

Rabu, 25 Desember 2019

SINERGISITAS PENGAMANAN MISA NATAL TAHUN 2019





MALANGKAB / FAJARPOST - Kerukunan beragama adalah wujud daripada aplikasi Pancasila sebagai ideologi negara dan bangsa Indonesia, dimana saat ini dilaksanakannya perayaan Natal tahun 2019 bagi kaum Kristiani.

Hal ini yang telah dilakukan Polres Malang, dimana Polsek Pakisaji memimpin pengamanan perayaan Misa Natal tahun 2019 di Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW), Jalan Magersari Utara No. 27 Desa Kebonagung, Kecamatan Pakisaji, Selasa petang (24/12).

Kegiatan perayaan Misa Natal tahun 2019 ini diikuti sekitar 500 orang jemaat, dan dipimpin Pdt. Teguh Hadi Saputra, S.SI dengan tema : "hiduplah sebagai sahabat bagi semua orang"  (Yohanes 15:14.15).

Dalam mengamankan kegiatan ini, Kapolsek Pakisaji AKP P. Triwik Winarni, menyampaikan, bahwa kami bersama dengan Koramil Pakisaji, mengajak elemen Organisasi Masyarakat dan Komunitas yang ada di Pakisaji, guna membantu mengamankan pelaksanaan Misa Natal tahun 2019, katanya.

Hal ini juga merupakan tindakan toleransi umat beragama, agar didalam pelaksanaan perayaan agama yang dilaksanakan kaum Kristiani bisa berjalan tertib, aman, dan kondusif.

" Kami bersyukur pelaksanaan kegiatan ini bisa berjalan baik, dengan situasi dan kondisi yang aman serta lancar, sesuai harapan kita bersama ", jelas Triwik.

Kegiatan Misa Natal tahun 2019 dihadiri oleh Muspika Pakisaji, antara lain yaitu, Camat Pakisaji Indra Gunawan, Danramil 0818/07 Pakisaji Kapten Widagdo, Kapolsek Pakisaji AKP P. Triwik Winarni.

Adapun petugas pengamanan adalah, Aiptu Tip Yani (Polsek), Bripka Hendri S. (Bhabin), Serka Eko Budi P. (Babinsa),  Arif Mei Abdullah (Satpam), Pras Dewo (Satpam), Widianto (Komunitas Kresna), Dhisa (Komunitas Kresna), Anang Yudianto (Banser), Arya Wibowo (Senkom).

Reporter : Johnny Mulya
Kameramen : Salasa
Sumber : Polsek Pakisaji

POLSEK PAKISAJI PEDULI KASIH, BERI SANTUNAN YATIM PIATU










MALANGKAB / FAJARPOST - Dalam rangka memperingati Hari Ibu ke-91 Tahun 2019, Polsek Pakisaji, Polres Malang dan Jajarannya, adakan Peduli Kasih dengan Bhakti Sosial dan Santunan Yatim Piatu, di Wahana Wisata Renang Bonderland, Desa Gendengan, Kecamatan Pakisaji, Selasa (24/12).

Hadir dalam giat Baksos ini, Kapolsek Pakisaji AKP. P. Triwik Winarni, Bhahin Karangpandan Aiptu Irwan Dwi P., Kanit Binmas Kanit Aiptu Tip Yani, Komunitas Piringseng dan seluruh anggota (Ketua Sugito, Sekretaris Priyo Jatmiko, Bendahara Vidya Putra N), Pemilik Wahana Wisata Bonderland Ny. Djacub P.

Kegiatan Bansos Kemitraan Polsek  Pakisaji ini, kami bersinergi dengan Komunitas PiringSeng dan Taman Wisata Bonderland Genengan  Pakisaji. Kab. Malang, kata Kapolsek Pakisaji AKP. P. Triwik Winarni.

Giat santunan anak yatim piatu di Taman Wisata  Bonderland Genengan Pakisaji Kab. Malang kali ini, kami memberi santunan sejumlah anak  Yatim Piatu sebanyak 68 anak. Yang berasal dari beberapa desa di Kecamatan Pakisaji, antara lain Karangpandan 31 anak, Pakisaji 9 anak, Glanggang 14 anak, dan Tamanayu 14 anak, jelas Triwik.

Kegiatan Bansos dan Santunan ini berlangsung aman dan lancar, dan kami mengajak anak-anak bermain dan berenang di kolam, dimulai pukul 07.00 pagi hingga pukul 13.00 siang, pungkasnya pula.

Reporter : Johnny M
Kameramen : Nashir
Sumber : Polsek Pakisaji

Minggu, 22 Desember 2019

BUPATI BERI PENGHARGAAN KEPADA PARA PEDULI LINGKUNGAN



Red. Foto:Foto : Bupati Malang, Drs. H. M. Sanusi, M.M menyerahkan Piala Adiwiyata Mandiri kepada SMP Negeri 1 Tumpang, SMP Negeri 2 Kepanjen, dan SMP Negeri Wajak, Sabtu malam (21/12).


MALANGKAB / FAJARPOST -  Pemerintah Kabupaten Malang melalui Dinas Lingkungan Hidup menggelar acara malam Penganugerahan Paramudita Kecamatan Berseri Kabupaten Malang 2019 bertempat di Pendopo Agung Kabupaten Malang, Sabtu  malam (21/12).

Dalam rangka melaksanakan misi Kabupaten Malang yang ke 7, yaitu " Memerkokoh kesadaran dan perilaku masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan ", maka Pemkab Malang memberikan penghargaan kepada Kecamatan yang telah berhasil melibatkan masyarakat dalam pengelolaan lingkungan hidup dengan baik, benar serta berdampak positif bagi sekitarnya.

Hal ini sesuai hasil penilaian oleh Tim Juri yang terdiri dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) SPEKTRA Surabaya, Pusat Studi Lingkungan Hidup (PSLH) Universitas Brawijaya Malang, dan Tim Penggerak PKK Kabupaten Malang.

Dari hasil penilaian Tim Juri tersebut, yang masuk dalam nominasi predikat Kecamatan Terbaik ada 12 Kecamatan dari 33 Kecamatan di Kabupaten Malang. Dan dari 12 kecamatan, diambil 3 kecamatan sebagai pemenang.

Tiga kecamatan sebagai pemenang Anugerah Kecamatan Berseri adalah, Kecamatan Ngantang sebagai Juara I, Kecamatan Wonosari sebagai Juara II (Runner up), dan Kecamatan Turen sebagai Juara III.

Bupati Malang HM. Sanusi, dalam sambutannya menyampaikan, Saya mengapresiasi atas gelaran ini, dan mengucapkan selamat kepada para pemenang, serta sembilan kecamatan lainnya yang masuk 12 kecamatan berpredikat finalis. Dalam penganugerahan Kecamatan Berseri ini, Pemkab Malang mengusung Program yang mengutamakan keterlibatan seluruh pilar pembangunan yaitu masyarakat, swasta, dunia usaha, dan pemerintah dalam upaya pengelolaan lingkungan melalui kepemimpinan camat guna memercepat terwujudnya Misi Kabupaten Malang ke tujuh yaitu memerkokoh kesadaran dan perilaku masyarakat dalam menjaga pelestarian lingkungan hidup, ungkapnya.

Sedangkan kata Paramudita diambil sebagai nama penghargaan Kecamatan Berseri mulai tahun 2019 yang artinya bijaksana dalam mengelola alam semesta. DLH kali ini mengusung tema Biru Langitku, Hijau Bumiku. Kegiatan ini bertujuan antara lain ; Mendorong perubahan perilaku aparatur dan masyarakat secara berkelanjutan dalam mengelola lingkungan hidup, Meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan hidup, Memotivasi peran serta masyarakat dengan kegiatan nyata guna meningkatkan kualitas pengelolaan lingkungan hidup secara berkelanjutan, dan; Membangkitkan gerakan ekonomi masyarakat berbasis pengelolaan lingkungan hidup seperti ekowisata, bank sampah, TPS3R dan konservasi lingkungan hidup, jelas Sanusi.

''Selamat bagi Camat yang kecamatannya meraih prestasi pada Penganugerahan Kecamatan Berseri tahun 2019. Diharapkan terus berkreasi, sehingga nanti kecamatan bisa masuk nominasi dan mendapat anugerah terbaik. Memang prestasi atau penghargaan bukan semata-mata tujuan, namun dampaknya adalah lebih penting sehingga mampu memberikan pelayanan terbaik dan meningkatkan gairah semangat di daerahnya untuk bergerak dan berbuat terbaik," terang Pak Sanusi, dalam arahannya, katanya.

Bupati juga menegaskan, para Camat yang berprestasi akan diperhitungkan sebagai point penting bagi Baperjakat. Tentunya, yang berprestasi pasti akan jadi bahan pertimbangan tersendiri. Diakuinya, kalau yang pernah berprestasi, Camat tersebut pasti satu tingkat lebih maju dari para Camat yang belum berprestasi. Ketika ada jabatan yang kosong, yang berprestasi itu yang akan dipertimbangkan lantaran semua berdasar menghargai kinerja. Dari 33 Kecamatan se Kabupaten 
Malang, hanya ada 12 kecamatan yang berpredikat sebagai finalis. Selain tiga kecamatan yang lolos sebagai terbaik, sembilan kecamatan lainnya yang berpredikat finalis tahun ini antara lain Kasembon, Sumber Pucung, Singosari, Pakis, Tirtoyudo, Tajinan, Kepanjen, Pakisaji dan Pagelaran, tegasnya pula.

''Bagi yang belum menerima penghargaan, masih ada kesempatan. Masih ada pekerjaan rumah yang harus diselesaikan untuk perbaikan agar wilayahnya lebih baik dan memenuhi syarat penilaian Kecamatan Berseri. Di dalam bulan Januari saya pastikan datang kesana. Baik ke kecamatan yang meraih prestasi Kecamatan Berseri, dan sekolah yang meraih predikat Adiwiyata Mandiri. Setiap yang berprestasi harus diberikan penghargaan," imbuh Sanusi.

Tahapan penilaian Kecamatan Berseri melalui beberapa tahapan antara lain mulai dari Pengiriman data umum, Pemantauan lapangan dan Presentasi bapak ibu camat yang berpredikat lolos tahapan pemantauan lapangan. Tim penilai berasal dari LSM di bidang lingkungan hidup, Akademisi dari Universitas Brawijaya, dan TP PKK Kabupaten Malang.

Di awal acara malam penganugerahan tadi, Bupati juga berkesempatan menyerahkan Piala bagi Tiga Sekolah Berpredikat Adiwiyata Mandiri dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Antara lain ; SMPN 1 Tumpang, SMPN 1 Wajak dan SMPN 2 Kepanjen, yang diterima langsung oleh para Kepala Sekolah.

Tampak Ketua DPRD Kabupaten Malang Didik Gatot Subroto menasbihkan selendang kepada Kecamatan Ngantang sebagai peraih Terbaik Pertama. Disusul kemudian, Kecamatan Wonosari sebagai peraih Terbaik Kedua, dan Kecamatan Turen sebagai peraih Terbaik Ketiga, yang didampingi Sekda Kabupaten Malang Didik Budi Muljono, dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Malang Budi Iswoyo.

Acara penganugerahan Paramudita Kecamatan Berseri ini dihadiri oleh Bupati Malang HM. Sanusi, Sekda Kabupaten Malang Didik Budi Muljono, Ketua DPRD Kabupaten Malang, Forkopimda Kabupaten Malang, para pejabat OPD, para Camat se Kabupaten Malang, Tim Penggerak PKK, dan para Kepala Desa se Kabupaten Malang.

Reporter : John M
Kameramen : Isnaeni

Jumat, 20 Desember 2019

POLRES MALANG SIAGA PENANGANAN KONTIJENSI BENCANA 2019-2020




MALANGKAB / FAJARPOST - Dalam rangka meminimalisir dampak terjadinya bencana alam, telah dilaksanakan Apel Gelar Pasukan Aman Nusa II dalam rangka Kesiap siagaan Penanganan Kontijensi Bencana tahun 2019-2020 bersama stake holder terkait TNI, BPBD, Instansi/SKPD Kab Malang, PMI, Tagana, Orari dan Pramuka, pada hari Jumat (20/12).

Giat apel tersebut guna menghadapi pergantian cuaca yg saat ini memasuki musim hujan, dan terkadang dibarengi dengan angin kencang.

Apel dipimpin langsung oleh Kapolres Malang AKBP Yade Setiawan Ujung, S.H.,  S.I.K., M.Si.,  bertujuan mengecek kesiapan personil, mental dan fisik bila ada terjadi bencana, termasuk kelengkapan sarpras, serta untuk memudahkan koordinasi dan komunikasi saat terjadi bencana.

Dalam sambutannya, Kapolres Malang menyampaikan, Selain itu bila terjadi bencana, yg kita semua tidak menginginkan, kita sudah siap memitigasi dan mengurangi dampak resiko dari bencana. Dengan kesiap siagaan resiko akan lebih terminimalisir sedikit mungkin, kata YS Ujung.

Di wilayah kabupaten Malang sudah terbentuk 5 Posko berdasarkan peta kerawanan terjadi bencana, yaitu di Ngantang, Wajak, Tumpang, Tirtoyudo dan Gedangan, jelasnya pula.

Reporter : Mulya
Kameramen : Isnaeni
Sumber : Humas Polres Malang

KAPOLRES MALANG GELAR RAKOR KESIAPAN OPERASI LILIN SEMERU 2019




FOTO : Selesai apel gelar pasukan, dilanjutkan pemusnahan BB hasil K2YD (Kegiatan Kepolisian Yang Ditingkatkan), terdiri dari 2.150 botol miras berbagai merk.


MALANGKAB / FAJARPOST - Dalam rangka mewujudkan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (KAMTIBMAS) yang kondusif jelang Hari Natal dan Tahun Baru 2019-2020, Polres Malang menyelenggarakan Rakor ( Rapat Koordinasi ) Kesiapan  Ops Lilin Semeru 2019 bertempat di Gedung Sanika Satyawada Polres Malang, Selasa (17/12).

Kapolres Malang AKBP Yade Setiawan Ujung, S.H., S.I.K., M.Si memimpin langsung pelaksanaan rakor.
Hadir pada giat rakor sebagai narasumber Pasi Ops Kodim 0818 Wilayah Malang-Batu, Kadishub, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Dinas PU & Bina Marga, Kepala BPBD Kab. Malang, Adm Perhutani Malang, Depo Pertamina Malang, Jasa Marga, Jasa Raharja, BMKG.

Adapun peserta dan undangan yang hadir PJU Polres Malang, Kapolsek jajaran Polres Malang, SKPD terkait, Bulog, FKUB, Tokoh Agama dan tomas,  Satgana, Tagana, pengelola obyek wisata, ormas FKPPI, Pemuda Pancasila, Senkom Mitra Polri, Rapi, Pramuka/Saka Bhayangkara, dan potmas lainnya.

Kapolres Malang, Yade Setiawan Ujung dalam sambutannya menyampaikan, ada 10 point yang menjadi rawan ancaman yang harus diwaspadai, sebagai antisipasi Polres Malang telah bersinergi dg instansi terkait dengan membentuk Satgas Pangan dan BBM sbg langkah antisipasi ketersediaan bahan pangan dan BBM, ungkapnya.

Waspadai konflik sara, jangan sampai ada sweepping,  jangan bertindak sendiri, info sekecil apapun sampaikan kepada Kapolres, biar Polres yang menindak lanjuti didukung instansi terkait, pesannya pula.

Ditegaskan pula, bahwa Satgas penanggulangan bencana, dengan mengedepankan fungsi Sabhara, TNI dan BPBD, agar dipetakan lokasi rawan bencana, rawan longsor serta agar kesiapan peralatannya.
Penyalahgunaan Narkoba, termasuk sopir angkutan umum yang membawa keselamatan penumpang.

Sebelumnya sudah dilaksanakan cipta kondisi dalam rangka harkamtibmas, antisipasi begal dan premanisme. Forum lalu lintas untuk survey titik rawan macet dan laka, sehinggapenempatan ploting anggota tepat sasaran, tambahnya.

Pada pelaksanaan Ops Lilin Semeru 2019, Kapolres Malang menyiapkan hampir 500 personil.

Kita tingkatkan sinergi Polri dengan instansi terkait dalam rangka memberikan rasa aman dan nyaman pada perayaan Natal 2019 & Tahun Baru 2020, pungkas YS Ujung.

Reporter : Mulya
Kameramen : Nashir
Sumber : Humas Polres Malang

Kamis, 12 Desember 2019

RUSUN TERBAYAR 58 MILYAR,DIDIK DATANGI PERWAKILAN PEKERJA YANG BELUM TERBAYAR



MALANGKAB/FAJARPOST  Launching Rumah Susun Sewa (Rusunawa) Aparatur Sipil Negara (ASN) Kabupaten Malang diwarnai adanya aksi demo yang dilakukan oleh belasan perwakilan pekerja.

Aksi ini, digelar di area block office Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang, Jalan Trunojoyo, Kepanjen, Rabu malam (11/12).
Yang mana pada Launching Rusunawa ASN tersebut dihadiri oleh Dirjen Kementrian  Perumahan dan perwakilan dari Pemprov Jawa Timur.

Aksi Demo dilakukan, karena mereka menuntut agar haknya dipenuhi. Hak tersebut berupa upah selama bekerja membangun Rusunawa tersebut.
Salah satu Koordinator aksi Bang Jay mengatakan, dirinya bersama teman-teman menggelar aksi tersebut supaya pihak kontraktor menyelesaikan dan melunasi pembayaran alat berat yang digunakan untuk pembangunan Rusunawa ASN yang sudah dilaunching.

“Saya perwakilan dari alat berat. Ini tunggakannya Rp 30.750.000, sebelumnya yang pertama sudah dibayar, tapi yang kedua sama ketiga tidak dibayar. Padahal DP (uang muka) sudah dibayar. Tapi alat berat saya tidak dibayar selama tiga bulan, mulai bulan Maret,” ucapnya.
Permasalahan ini, lanjut Jay, sudah pernah diadukan ke Sekretaris Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (DPKPCK) Pemerintah Kabupaten Malang, Achmad Wahyudi.

“Alasannya gak dibayar karena alat berat saya gak kerja. Pertama saya ke pak Wahyudi, tapi buntu. Terus saya ke kontraktornya, pak Iwan di Rungkut Surabaya, tapi juga gak ada kejelasan,” jelasnya.

Sementara itu, Pemilik toko bahan Bangunan M Isna menyampaikan, “Saya juga belum dibayar, sekitar Rp 44 juta sekian. Banyak materialnya. Alasannya nunggu ditransfer sama pak Iwan, tapi ternyata sampai sekarang enggak ada kabar,” ulas Isna.

Di masalah lain, perwakilan tukang dan kuli bangunan yang bekerja di Rusunawa ASN, Junaidi juga meminta rekan-rekannya juga segera diselesaikan.
Dalam pembangunan Rusunawa ini ada empat mandor, mereka lepas tanggung jawab semua. Ada sekitar 100 tukang yang berada dibawah komando empat mandor tersebut.

Menurut Junaidi, para tukang tersebut tidak hanya berasal dari Kabupaten Malang, namun ada juga yang datang dari Demak, Purwodadi, bahkan hingga Nusa Tenggara Timur. Adapun tunggakkan yang belum dibayarkan kepada para tukang keseluruhan sebesar Rp 125 juta.

Junaidi juga mengatakan, “Mandornya sudah gak berani datang kesini. Mandor itu ada yang membawahi 25, 30, 40 orang,” tegasnya.

“Para tukang ini melanjutkan pekerjaan yang sempat mangkrak. Karena belum terbayar juga,” pungkasnya.

Sekedar informasi yang perlu diketahui, para perwakilan pekerja yang menggelar aksi demo ini merupakan pekerja lanjutan. Mereka melanjutkan pekerjaan Rusunawa ASN yang sempat mangkrak karena ditinggal para pekerjanya, lantaran belum digaji.

Sementara itu Ketua DPRD Kabupaten Malang, Didik Gatot Subroto, mendatangi para pendemo dadakan pada saat dilaunchingnya Rusunawa ASN.
Didik dalam menanggapi para pendemo mengatakan, meminta dilakukan klarifikasi dihadapan kepolisian agar ada tindakan hukum, siapa kontraktor yang belum menyelesaikan pembayaran kepada para subcont, tegasnya.

Padahal menurut Dirjen Kementrian Perumahan masalah keuangan sudah clear, artinya sudah dibayarkan. Tapi kenapa masih ada permasalahan keuangan yang belum selesai, jelas Didik.

Menurut Didik, secara sistemik Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya Kabupaten Malang, tidak bertanggung jawab atas belum dibayarnya masalah keuangan pada jasa alat berat dan tenaga kerja, namun tetap secara moral harus membantu dalam penyelesaian masalah keuangan tersebut, imbuhnya pula.

Reporter : Johnny M
Kameramen : Salasa

USAI HADIR PERESMIAN RUSUN ASN ,KETUA DPRD DATANGI AKSI PEKERJA BELUM DIBAYAR.

 Penyerahan kunci Rusun
 Bupati saat beri keterangan Pers
Ketua DPRD mendatangai para pekerja yang melakukan aksi menagih pembayaran usai acara Launching.


MALANGKAB-FAJARPOST
Selang beberapa menit Peresmian Rumah Susun Sewa (Rusunawa) Aparatur Sipil Negara (ASN) Kabupaten Malang Ketua DPRD Kabupaten Malang Didik Gatot Subroto (DGS) mendatangi sejumlah orang yang membawa tuntutan belum dibayarnya para pekerja dan alat berat yang belum dibayar.
"Bapak ibuk yang merasa dirugikan alangkah baiknya segera melaporkan hal ini ke pihak kepolisian, agar duduk permasalahannya bisa jelas dan dipertanggung jawabkan", ujar Didik.

Mereka menuntut agar haknya dipenuhi. Hak tersebut berupa upah selama bekerja membangun Rusunawa tersebut. Bahkan mereka minta pendapat ke Ketua DPRD bagaimana mereka bisa meminta pertanggung jawaban Dinas Cipta karya.
"Terlepas permasalahan ini anda juga masyarakat kabupaten Malang, artinya secara langsung jika mengacu pada pembicaraan Dirjen kementerian perumahan yang hadir saat peresmian rusun ASN tersebut sudah dibayarkan semua," ungkapnya.
"Meskipun begitu Pemkab Malang dalam hal ini Dinas Cipta karya secara moral bisa ikut membantu menyelesaikan persoalan ini, tambahnya.

Aksi ini, digelar di area block office Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang, Jalan Trunojoyo, Kepanjen, Rabu (11/12) teraebut Salah satu Koordinator aksi Bang Jay mengatakan, dirinya bersama teman-temannya menggelar aksi supaya pihak kontraktor menyelesaikan dan melunasi pembayaran alat beratnya.

“Saya perwakilan dari alat berat. Ini tunggakannya Rp 30.750.000, sebelumnya yang pertama sudah dibayar, tapi yang kedua sama ketiga tidak dibayar. Padahal DP (uang muka, red) sudah dibayar. Tapi alat berat saya tidak dibayar selama tiga bulan, mulai bulan Maret,” keluhnya.

lanjut Jay, sudah pernah diadukan ke Sekretaris Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (DPKPCK) Pemerintah Kabupaten Malang, Wahyudi.
Sementara itu, Pemilik toko bahan Bangunan  Isna menyampaikan, jika dirinya yang selama ini mensuplay material dalam pembangunan Rusunawa ASN itu juga beli terbayar.

“Saya juga belum dibayar, sekitar Rp 44 juta sekian. Banyak materialnya. Alasannya nunggu ditransfer sama pak Iwan, tapi ternyata sampai sekarang enggak ada kabar,” ulas Isna.

Di sisi lain, perwakilan tukang dan kuli bangunan yang bekerja di Rusunawa ASN, Junaidi juga meminta rekan-rekannya juga segera diselesaikan.
Menurut Junaidi, para tukang tersebut tidak hanya berasal dari Kabupaten Malang, namun ada juga yang datang dari Demak, Purwodadi, bahkan hingga Nusa Tenggara Timur. Adapun tunggakkan yang belum dibayarkan kepada para tukang keseluruhan sebesar Rp 125 juta.


“Para tukang ini melanjutkan pekerjaan yang sempat mangkrak. Karena belum terbayar juga,” pungkasnya.
Wahyu Hidayat saat dilokasi mengatakan Rusun ASN tersebut Berjumlah 58 ruang dan hanya di peruntukkan kepada ASN bujangan. Tapi Dirjen Kementerian yang hadir memerintahkan agar rusun tersebut harus segera dipenuhi dan bisa diisi ASN yang sudah menikah.
" rusun ini sudah terisi separuh dan diberikan pada para bujangan," tutur Wahyu saat usai peresmian rusun yang dibiayai dengan nilai 58 Milyar.
Liputan: Nasir.
Redaktur : Mulya.

Sabtu, 07 Desember 2019

HEBOH, PELECEHAN SEKSUAL OKNUM GURU SMPN KEPANJEN DUNIA PENDIDIKAN TERCORENG


MALANGKAB/FAJARPOST
Oknum guru lecehkan seksual siswa adalah Modus yang dilakukan terhadap semua korbannya sama. Bahkan, salah satu siswa ada yang sampai tiga kali dilakukan tidak senonoh oleh CH.

Kepala Sekolah setempat Warsito pun memastikan jika CH sudah dipecat dari SMPN 4 Kepanjen. Warsito juga mengimbau kepada para wali murid jika ada anaknya yang menjadi korban, agar segera melapor.

“Kalau orang tua mau lapor, laporkan. Saya dukung, saya dampingi, saya carikan pengacara,” katanya.

Lebih jauh, Warsito membenarkan jika pihak kepolisian sudah turun tangan menyelidiki perkara tersebut. Saat ini, Warsito mengaku hanya berpikir mengenai bagaimana memulihkan kondisi psikis para korban. “Pertimbangannya psikologi anak juga. Tapi kalau saya ya, ini harus diproses hukum,” pungkasnya.

Modus pelecahan seksual, dengan cara siswa dipanggil ke ruang CH. Kebetulan di sekolah itu, CH adalah seorang guru BK. Saat di ruangannya, CH, warga Desa Kedung Pedaringan, Kepanjen ini, lantas meminta tolong pada korban.
Perbuatan tak senonoh ini, baru terbongkar Jumat (29/11/2019) lalu. Bermula dari salah satu siswa yang menjadi korban, mengadu kepada salah satu guru BK. Dari pengaduan ini, kemudian berkembang dan ternyata korban berjumlah 18 siswa.
CH mengatakan sedang mengadakan penelitian untuk keperluan lanjutan pendidikan S3. “Sebelum melakukan pelecehan, dia meminta kemauan korban. Setelah korban mau dan disumpah dengan Alquran, lalu CH ini mengatakan penelitiannya,” jelasnya.

Para korban yang tidak bisa berbuat karena telah disumpah hanya pasrah. Kemudian CH menutup pintu dan selambu ruang BK. Selanjutnya melepas celana siswa, yang kemudian mengocok kelamin siswa hingga mengeluarkan sperma.

Modus yang dilakukan terhadap semua korbannya sama. Bahkan, salah satu siswa ada yang sampai tiga kali dilakukan tidak senonoh oleh CH.

Liputan : Jhon & Muhammad
Foto : Redaksi

Jumat, 06 Desember 2019

WARGA SEKITAR WISATA WENDIT, MENANGIS ! (Bersambung)




MALANGKAB/Fajarpost - Potret Wisata Wendit sekarang yang terletak di Desa Mangliawan Kec. Pakis, Kabupaten Malang, menjadi kekhawatiran warga sekitar. Kenapa tidak ?, karena ini berawal dari margasatwa yang menjadi icon Wisata Wendit yaitu kera / monyet, bahasa lokalnya bedes sudah semakin sering berkeliaran mencari makan di perkampungan sekitaran wisata Wendit.

Kondisi ini tidak sama dengan 13 tahun ke belakang, dimana pada waktu dikelola Perusahaan Daerah Jasa Yasa Kabupaten Malang. Kalau dulu setiap hari petugas dari PD. Jasa Yasa setelah selesai bertugas sorenya meninggalkan pisang yang dititipkan kepada satpam, untuk diberikan kera sebagai makanan favoritnya. Sehingga kera tersebut tidak berkeliaran di perkampungan, kata Willy selaku tokoh masyarakat Mangliawan kepada Fajarpost, Rabu siang (4/12).

Kami warga sekitar Wendit sangat prihatin dan menangis melihat kondisi wisata Wendit yang sekarang ini. Pada waktu dikelola PD. Jasa Yasa warga merasa segan dan berterima kasih, karena mendapat perhatian perhatian dan tempat untuk berkarya, serta mengais rejeki, jelasnya.

Apalagi wisata Wendit sekarang sudah beda konsep dari kearifan lokal, yang merupakan jejak perjalan sejarah kerajaan Singhasari dan Majapahit. Kami tambah menangis karena pengelola Wendit akan dipihak tigakan / investor, jelas akan semakin jelas pemberdayaan masyarakat disini benar-benar tidak jalan, tidak sesuai dengan yang disampaikan Bupati Malang sekarang, imbuh Willy.

Ditambah sekarang di wisata Wendit dijaga oleh aparat dari anggota TNI dari Arhanud dan Kostrad (Alap-Alap). Apa sebegitunya harus dijaga aparat, sementara selama ini wisata Wendit dan sekitarnya aman-aman saja, tambahnya pula.

Kenapa tidak dikembalikan lagi pengelolanya kepada PD. Jasa Yasa daripada kepada investor ?. Jelas kami sangat mendambakan kondisi seperti dulu, dan kami sudah sering melakukan komunikasi antar ummat beragama, untuk sama-sama menjaga budaya yang ada di wisata Wendit sebagai peninggalan jejak sejarah para leluhur. Kok malah dipihak tigakan, apa selama ini pengelola yang sekarang tidak baik dalam memanajemennya, kata Willy.

Yang jelas kami selaku warga di sekitaran wisata Wendit meminta kepada Bupati Malang, untuk juga melibatkan masyarakat Mangliawan. Karena dengan adanya wisata Wendit, warga bisa ikut menjaga keutuhan budaya lokal dan bisa hidup untuk mengais rejeki, pungkasnya. Semoga !!!

Reporter : Mulya
Kameramen : Nashir