Jumat, 26 Agustus 2016

ADA SURGA DI MALANG SELATAN

Setelah melaksanakan Expedisi touring  putaran pertama di jalur Lintas Selatan di Kabupaten pada putaran perdana 22 Juli 2016 lalu. Saat ini Touring Motor Community atau disingkat dengan TMC86 melaksanakan misinya ke 2 kalinya pada besok 28-29 Agustus 2016. “Perjalanan kali kedua ini untuk melanjutkan kegiatan yang kami gagas selama 150 hari dalam misi sosial memberi ruang jendela untuk melirik surga di malang selatan”, ungkap Mansur Awaludin sebagai Ketua MBM Foundation  yang menaungi TMC86. (25/08), kamis kemarin
             Bupati Malang berkeinginan untuk menjadikan wilayahnya yang memiliki banyak ragam destinasi desa wisata, dan potensi masyarakatnya di segala bidang, “Kabupaten Malang juga memiliki daya dukung sebagai penopang pariwisata yang cukup lengkap, mulai dari alam pantai, gunung, wisata sejarah hingga desa adat dan agrowisata, oleh karena itu salah satu upaya kami selaku masyarakat peduli potensi kearifan lokal ini turut berupaya mendekatkan daya tarik pesona wilayah Kabupaten Malang”, Ulasnya.

            Secara makro kegiatan ini untuk memberi pencerahan kepada semua pihak bukan hanya para wisatawan tapi semua masyarakat Kabupaten malang agar mengenali, mencintai, peduli terhadap wilayahnya. Berkembangnya teknologi internet berpeluang besar terhadap pengembangan promosi daerah tetapi akan menjadikan sia sia jika teknologi yang bagus tetapi tidak dioptimalkan, baik melalui facebook,instragam, blog, twitter , website. “Bagaimana mungkin orang lain akan cinta jika kita warga sini tidak cinta bahkan tidak mengenali betul ada potensi yang sangat di cari oleh semua orang yaitu pesona alam”, tambah Mansur Awaludin  (isnaneny(

Selasa, 19 Juli 2016

MUI LARANG PEREMPUAN PASANG STATUS MEDSOS

PALU - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Palu, Sulawesi Tengah, melarang keras kaum Muslim wanita yang sudah berstatus istri memajang foto-fotonya di media sosial (medsos). "Jangan memamerkan foto-foto Anda di media sosial, Facebook, Line, BBM, WA, dan lainnya, karena dapat berdampak negatif kepada diri sendiri dan keluarga," kata Ketua MUI Kota Palu, Zainal Abidin.
Pakar pemikiran Islam modern itu mengatakan, wanita Muslim yang telah menikah tak perlu memamerkan wajahnya serta sebagian tubuhnya di Facebook, sebab lebih berdampak negatif ketimbang positif.
Bahkan, sebut Zainal, memamerkan wajah bagi wanita Muslim yang telah menikah dapat menimbulkan ketersinggungan suami yang kemungkinan berujung pada keretakan hubungan baik rumah tangga.Se
bab ketika gambar wajah serta sebagian tubuh wanita terpajang di medsos, maka hal itu menarik perhatian para lelaki dengan berbagai komentar.

"Saya melihat bahwa perempuan Muslim yang sudah berkeluarga justru senang meng-upload foto fotonya, dan malah lebih senang lagi dia jika ada orang atau pengguna Facebook yang berkomentar dengan kata-kata misalkan 'bunda cantik'," ucapnya.(ten)

FENOMENA MAHALNYA PENDIDIKAN DI INDONESIA

JAKARTA - 
Rela mengeluarkan banyak uang, bukan berarti Difa tak mengeluh. Sebab, menurut dia, di sisi lain banyak sekolah dengan biaya terjangkau namun masih bisa memberikan fasilitas yang cukup baik.
Mahalnya biaya masuk sekolah tak membuat seorang ibu bernama Difa mengurungkan niat untuk memasukkan anaknya di sebuah SD swasta berbasis Islam. Padahal, ibu dua anak ini harus merogoh kocek hingga Rp10 juta untuk uang pangkal berikut seragam dan buku. Dia juga harus menyiapkan Rp525 ribu untuk SPP bulanan.
"Dengan biaya tersebut sekolah pasti punya perhitungan, misalnya untuk operasional dan kegiatan lainnya. Tetapi memang kalau saya lihat di sini ada komersialisasi pendidikan. Ada juga SD yang bayarannya tidak semahal itu, tetapi tetap bisa memfasilitasi siswa-siswanya," ujarnya dihubungi Okezone, belum lama ini.
Memutuskan untuk menyekolahkan anak di SD Islam terpadu (SDIT) tentu dengan berbagai pertimbangan. Pertama, Difa ingin agar anaknya memiliki lingkungan pergaulan yang kondusif, terutama dalam pembentukan karakter dan akhlak. Kedua, yakni terkait sistem belajar mengajar di sekolah tersebut yang dinilai cukup baik dan modern.
"Orangtua karena butuh anaknya untuk sekolah, jadi terkadang kalau lihat rincian biaya tidak dicek lagi. Di sekolah anak saya juga begitu, kami diberi rincian, misalnya uang kegiatan Rp 2 juta, seragam Rp500 ribu, dan lain sebagainya. Memang logis, tetapi tidak dilihat lagi," tuturnya.
Difa berpendapat, seharusnya ada pemerataan dalam biaya pendidikan. Sebab, dia pun tak menampik jika banyak SD yang murah bahkan gratis. Tetapi di sisi lain, sekolah swasta banyak yang mematok harga selangit.

"Waktu saya survei malah ada sekolah yang uang pangkalnya sampai Rp30 juta. Sangat mahal. Saya juga ingin, tetapi kan harus disesuaikan dengan kemampuan," sebutnya.(ok)

Jumat, 29 Januari 2016

Pemkab Malang Fasilitasi Eks Penganut Gafatar

Fajarpost
Reporter by Muhammad
Pemkab malang memberikan bantuan berupa materil dan juga pembinaan pembinaan kepada korban – korban eks gafatar tersebut secara berkelanjutan. Ir. Hadi Prastyo, ME selaku Kepala daerah

BELAJAR IKHLAS DAN SABAR

Oleh: KH. Dr. A. Mustofa Bisri
Kami, aku dan kakakku Kiai Cholil Bisri, mendengar dari guru kami Syeikh Yasin Al-Fadani dan ayah kami Kiai Bisri Mustofa –rahimahumuLlah, masing-2 berkata: Aku bertanya kpd Sayyid Guru Umar Hamdan ttg hakikat IKHLAS, dan beliau pun berkata: Aku pernah bertanya kpd guruku Syeikh Sayyid