Selasa, 08 Mei 2018

JEBOLAN WARTAWAN JADI STAF HUMAS KABUPATEN MALANG

Malang-Fajarpost
Berkarier di dunia jurnalistik terutama berita terkait kasus hukum dan pemerintahan sudah dilakoni Mansur sejak 2002 silam hingga 2012. Tepat tanggal 01 Januari 2013 menjadi profesi baru bagi pecinta klub motor dan seorang penyanyi etnik arab orang menyebut musik gambus, dirinya resmi bekerja di Humas Protokol Kabupaten Malang hingga saat ini.
"Saya menjadi seorang abdi negara bukan hal baru karena selama saya jadi wartawan dulu tiap hari dari ujung jawa timur hingga ibukota selalu masuk keluar kantor para pejabat hingga presiden, cuma yang harus saya terapkan sekarang yaitu jiwa korsa KORPRI", katanya saat ditemui di saat kegiatan Touring di sebuah kegiatan klub yang dikelolanya.

Bukan hanya seorang pegawai pemerintah, Mansur juga masih sibuk dengan kegiatan pemberdayaan masyarakat melalui klub motor juga menyanyi di beberapa acara khususnya lagu lagu padang pasir. 
Selain itu menurut akun FB nya juga tampak masih sering mengajar ngaji di sela waktunya membantu orang tuanya yang memiliki madrasah atau TPQ Taman Penidikan Alquran.
" saya itu orang nya pingin merdeka dari merk yang nasionalislah yang fanatiklah karena pancasila itu justru sangat religius dan nasionalis", ujarnya.

dirinya berharap nantinya bisa bermanfaat bagi keluarga, agama dan negara. saat ini di bertugas sebagai staf pemberitaan serta dukumentasi seperti foto dan vidio yang dihadirkan dari produk informasi program kegiatan Bupati malang - Jawa timur. ( is/ser)  



Kamis, 08 Februari 2018

WALIKOTA SURABAYA KAMPANYEKAN ANTI KEKERASAN PADA ANAK

INFORMAN : Azarudin Arafat


Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menggelar kampanye peduli anak di kawasan Taman Mayangkara, Surabaya (depan perpustakaan Bank Indonesia). Kampanye yang diinisiasi oleh Risma ini digelar demi meningkatkan kepedulian para orangtua untuk selalu memberi perhatian pada anak-anak.

Kampanye peduli anak ini turut dihadiri oleh pelajar SD, guru, dan jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

"Anak anak kita se-Surabaya harus dilindungi dari situasi dan segi apapun. Jangan buat masa depan mereka hancur. Mereka ini masa depan bangsa," ujar Risma.

Risma mengajak seluruh peserta khususnya pelajar SD mengangkat spanduk berisi slogan-slogan positif. Slogannya seputar ajakan agar orangtua lebih memperhatikan hak-hak anak. Anak-anak yang mengalami kekerasan, katanya, dinilai tidak kuat secara fisik. Maka orangtua diminta memberikan perhatian yang tepat pada setiap anak.

"Bapak ibu, lihatlah wajah anak-anak ini. Mereka adalah tunas-tunas bangsa, jangan sakiti anak-anak. Bukan lagi membeda-bedakan anak kita atau pun anak orang lain, tapi yang paling penting anak Surabaya adalah anak kita semua," paparnya. ( berbagai sumber)

BINA DESA AJANG CURHAT BUPATI MALANG DAN PECINTA OLAHRAGA


Report : Abdul Nashir
Kamera : Mandasari
( Berbagai sumber )
Bina desa di Kecamatan Tumpang Kabupaten Malang yang langsung di datangi Bupati Dr H Rendra Kresna, Wakil Bupati Sanusi, Sekda Didik Muljono, Camat Tumpang Sugeng Prayitno, Kades Duwet Krajan Imron, seluruh organisasi perangkat daerah Kabupaten Malamg, anggota DPRD Kabupaten Malang dan tokoh masyarakat lainnya.
  Ketika dalam acara sesi dialog berlangsung, salah satu warga bernama Masluhah mengusulkan agar ada pembangunan lokasi pengelolaan sampah di Desa Duwet Krajan. "Kami ingin di Desa Duwet Krajan punya tempat pengelolaan sampah, Pak, untuk menjaga lingkungan dan nantinya akan mudah untuk pengelolaan sampahnya," kata dia.
Menurut Masluhah, bila nanti dibangun pengelolaan sampah, dampaknya akan bermanfaat bagi masyarakat setempat dan mendukung tercapainya target pelayanan persampahan di Desa Duwet Krajan dengan baik.
  Menanggapi pertanyaan tersebut, Rendra Kresna mengatakan bahwa itu ide pemikiran yang sangat bagus untuk menjaga lingkungan. "Usulannya bagus sekali. Masalah pengelolaan sampah nanti akam dikoordinasikan dulu dengan Dinas Lingkungan Hidup. Tapi yang perlu diketahui, pengelolaan sampah terpadu di Desa Mulyo Agung, Kecamatan Dau, menjadi percontohan tingkat nasional," ucap dia.
Jadi, menurut Rendra, di Mulyo Agung masalah persampahan sudah bagus dan tidak diragukan lagi dengan sistem pengelolaan sampah berbasis reduce, reuse, recycle (3R).
  Selain mengusulkan tempat pengelolaan sampah, warga juga ingin Bupati Rendra membuatkan taman guna menjaga keasrian lingkungan sekitar. Warga lain, Andre, mengatakan bahwa pemuda di Desa Duwet ini mayoritas suka berolahraga. "Kami ingin menyampaikan ke Pak Rendra untuk bisa membuat lapangan voli," ucapnya.
  Rendra menanggapi bahwa untuk merealisasikan lapangan olahraga, perlu koordinasi dari berbagai pihak terkait. "Saya setuju saja. Apalagi saya melihat pemuda di sini semangat bermain volinya. Saya perlu koordinasi dulu untuk penetapan lahannya dengan bukti surat tanah yang jelas," ungkapnya.

Selasa, 28 November 2017

ULANG TAHUN KABUPATEN MALANG PENUH PRESTASI

Sejak berdirinya Kabupaten Malang di tahun 760 silam, menurut Bupati bahwa para pemimpin serta masyarakatnya sejak zaman penjajahan terkenal wilayah yang dihuni oleh masyarakat berjiwa pejuang dan selalu melawan penjajah termasuk VOC di kala itu.
Kabupaten Malang merupakan wilayah yang strategis pada masa pemerintahan disaat jaman kerajaan-kerajaan. Bukti-bukti pendukung seperti beberapa prasasti yang ditemukan menunjukkan daerah ini telah ada sejak abad VIII dalam bentuk Kerajaan Singhasari dan beberapa kerajaan kecil lainnya seperti Kerajaan Kanjuruhan seperti yang tertulis dalam Prasasti Dinoyo. Dalam Prasasti itu menyebutkan peresmian tempat suci pada hari Jum`at Legi tanggal 1 Margasirsa 682 Saka, yang bila diperhitungkan berdasarkan kalender kabisat jatuh pada tanggal 28 Nopember 760. Tanggal inilah yang dijadikan dasar hari jadi Kabupaten Malang.  
“Dengan mengetahui posisi Kabupaten Malang yang strategis dan keluasan wilayahnya maka moment hari jadi ini mari kita mantapkan tekad untuk bersama sama membangun dengan bergotong royong, sesuai tema yang kita usung pada hari jadi  yang ke 1257 di tahun ini Gotong Royong Membangun Kabupaten Malang Madep Manteb Manetep”, ulas Bupati saat itu.
Selain mengajak peran serta semua pihak membangun wilayah Kabupaten Malang segala bidang, Bupati Malang juga menyampaikan ucapan terima kasih atas prestasi yang didapatkan Kabupaten Malang seperti,
Penghargaan Wahana Tata Nugraha (WTN) 2017 Kategori Bidang Lalulintas Kota Kepanjen, tanggal 31 Januari 2017 di Jakarta.
Penghargaan 5 Besar Nominator Kabupaten Berkinerja Tertinggi Tingkat Nasional, tanggal 25 April 2017 di Sidoarjo.
3 Penghargaan  sekaligus Tingkat Nasional yakni juga diraih seperti,
ADIPURA KIRANA/ADIPURA NIRWASITA TANTRA Katagori Informasi Kinerja Lingkungan Hidup Daerah.
Desa PROKLIM yaitu Desa Rejosari Kecamatan Bantur, tanggal, 2 Agustus 2017 di Jakarta.
Penghargaan Tingkat Nasional  Bidang Perumahan katagori Kemudahan Perizinan Pembangunan Perumahan bagi Masyarakat Penghasilan Rendah”,  tanggal 11 Agustus 2017 di Jakarta.
Penghargaan Tingkat Nasional Lembaga Kearsipan Daerah (LKD) terbaik 2017, tanggal 17 Agustus 2017 di Jakarta.
Penghargaan Tingkat Nasional dari PMI Pusat, Bidang “Program Pemberdayaan Masyarakat Tangguh Bencana” tanggal 17 September 2017 di Bumi Perkemahan Sentul Bogor.
Nominator Pemerintah Daerah Inovatif (Nominasi Inovatif Goverment Award / IGA ) Tahun 2017, tanggal 27 Oktober 2017 di Jakarta;
Selain itu ada juga dua penghargaan sekaligus dari Gubernur Jawa Timur dalam bidang Pariwisata  berupa penghargaan sebagai Wisata Alam Terbaik Se- Jawa Timur di-Pantai-Tiga-Warna dan Apresiasi Komitmen Pemerintah terhadap sektor Pariwisata di Jawa Timur, tanggal 20 November 2017 di Surabaya.

Menanggapi prestasi yang di peroleh tersebut Pak Rendra menyatakan, “ Pencapaian ini harus kita syukuri dan semata merupakan kerja keras bersama sama - semua pihak sesuai tugas pokok dan fungsi masing - masing “, tambahnya.( isna/manda)
Rendra saat menuju Rapat Paripurna Hari Jadi 28/11 pagi tadi

Kamis, 26 Oktober 2017

Klub Motor TMC86 Gagas Peran Wanita di Bina Desa Bupati Malang

Meskipun berlangsung dibawah guyuran hujan, kegiatan silahturahmi dan dialog Bupati Malang Dr. H. Rendra Kresna disambut antusias masyarakat di Desa Sidodadi Kecamatan Lawang. Tidak ketinggalan Klub Motor TMC86 juga ikut bergabung berpartisipasi dalam acara tersebut dengan mengadakan kegiatan pemberdayaan kepada masyarakat khususnya dalam pembuatan produksi kue kering bagi Ibu – ibu rumah tangga. "Saya sangat mengapresiasi antusias masyarakat yang cukup besar dalam kegiatan Bina Desa. Meskipun hujan lebat mengguyur Desa Sidodadi sejak sore hari hingga larut malam, warga Sidodadi guyub bersama-sama mengikuti kegiatan malam ini Senin malam," ungkap Bupati.23/10 lalu.
Dalam rangkaian kegiatan Bina Desa di Desa Sidodadi, Bupati mengajak para pejabat Pemkab Malang untuk berkunjung dan bermalam di desa. Selain itu, seluruh OPD juga menyediakan pelayanan langsung kepada masyarakat. TMC86 sendiri menggunakan Halaman rumah Kepala Desa untuk acara pembinaan pembuatan kue kering.
“Tujuan Partisipasi ini, adalah untuk mewujudkan kedekatan pembangunan ke segala bidang juga bisa menyentuh langsung masyarakat hingga ke titik- titik terpencil khususnya para perempuan,” ungkap Mansur Awaludin,S, Sos selaku Ketua Umum Klub tersebut.
Ketua Harian TMC86 Ir. Jhonny Mulyana , MM menyatakan Dalam perjalanan jelajah pemberdayaan TMC86 selama 2016 hingga 2017 tidak sendiri selalu menggandeng semua pihak baik pemerintah dan swasta serta pihak kepolisian juga tentunya masyarakat media atau wartawan. Setelah menggelar jelajah budaya malangan dan membina batik, dalam kesempatan Bina Desa Bupati Malang menggelar pelatihan kue yang diharapkan bias memicu para perempuan untuk kreatif dan produktif.
“Jika setiap peserta bisa membuat sesuatu seperti makanan berupa kue, siapa tahu kedepannya bias untuk membantu perekonomian keluarga dan suaminya,” ungkap Jhonny.    
Hal serupa disampaikan pula oleh Istychomah yang juga kordinator dalam acara tersebut mengulas bahwa, “perlunya memberdayakan perempuan, karena perempuan di era sekarang bukan hanya berpangku tangan tetapi harus bisa berkiprah baik didalam keluarga terlebih bagi keluarga dan agamanya.”


Tampak dalam acara pelatihan tersebut Wakil Bupati Malang HM. Sanusi yang terkesan gayeng dan bergurau kepada ibu – ibu peserta dengan didampingi beberapa pejabat seperti Taufiq Hidayat selaku Kabag Kesra sekertariat Kabupaten Malang. (team)